Pesan Damai dari Dua Ulama Besar Dompu
Dua Ulama Besar Dompu Serukan Perdamaian
Iwan Sakral – Dompu
Momen 11 April atau tepatnya hari ulang tahun Dompu yang tidak akan lama lagi, dipandang sebagai momentum paling ideal untuk menghadirkan suasana teduh nan damai dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Dompu.
Jika ada gesekan ataupun silang pendapat antar berbagai elemen dan kelompok masyarakat, diharapkan bisa luruh dan damai kembali dalam semangat persatuan dan kesatuan sebagai orang Dompu.
“Kita harus tetap jaga persatuan dan kesatuan, karena kita semua bersaudara,” ungkap ulama tersohor Dompu Ustad Syaban dalam kesempatan bincang dengan Koran Pagi.
Dai kondang ini juga memandang momentum 11 April nanti bisa digunakan sebaik baiknya untuk lebih merekatkan semangat kekeluargaan di antara orang Dompu. “Nilai religius dan keislaman harus menjadi perekat” kata Ustad Syaban.
Ia sepakat jika ada kegiatan yang sifatnya kolosal, seperti tablig akbar atau doa bersama pada puncak hari lahir Dompu yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, Dandim, pejabat, pengusaha, petani, buruh, nelayan, guru, petugas kesehatan dan semua latar belakang yang ada di Dompu, “Kita berdoa bersama pada Allah SWT untuk tetap selalu dalam kasih sayangnya” pungkas Pengasuh Ponpes Al Gurabah Manggelewa ini.
Hal senada juga di kemukakan oleh Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Dompu, HM Nasuhi. Menurut Ulama kharismatik ini, momen ulang tahun Dompu sangat tepat untuk dijadikan momentum lebih mempererat lagi tali ukhwah dan persaudaraan. Bukan hanya sesama muslim, tapi untuk seluruh orang di Dompu. “Buat semacam doa dan dan tablig akbar. Ada penceramahnya yang akan memberikan siraman rohani” kata H Nasuhi. Ia berharap kegiatan kegiatan keagamaan lebih di perbanyak dan lebih melibatkan banyak orang.
Ia juga berharap, nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat Dompu harus tetap dikedepankan sehingga mengurangi segala mudharat dalam tutur kata maupun perilaku sesama orang Dompu.” Kita bersatu untuk membangun Dompu ini. Jika terpecah belah kapan Dompu bisa maju” tutup H Nasuhi.
Seperti diketahui, situasi sosial politik Dompu belakangan ini ada di titik didih dengan adanya berbagai perbedaan pendapat di kalangan masyarakat. Diharapkan dengan adanya kegiatan keagamaan massal seperti tablig akbar dan doa bersama di puncak HUT Dompu akan meluruskan semua perbedaan itu. (*)
