Pola Tumpang Sari Tebu dan Kacang Tanah Beri Petani Keuntungan Berlipat

DOMPU, – Pelayanan dan perbaikan sistem terus dilakukan oleh manajemen PT. SMS (Sukses Mantap Sejahtera) untuk kesejahteraan petani. Selain hasil yang menggiurkan dari panen Tebu, PT. SMS juga telah menggagas dan menerapkan tehnik budidaya tumpang sari tebu dengan kacang tanah.
Pola tanam tumpang sari itu sudah diterapkan oleh petani di Dusun Aik Ampat, Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Petani di sana merasakan keuntungan ganda dari tehnik budidaya tersebut.
Salah satunya, dirasakan langsung oleh Darmawan. Keuntungan berlipat diraup oleh petani asal Aik Ampat ini setelah sukses menerapkan sistem tumpang sari tebu dan kacang tanah.
“Alhamdulillah, saya sudah merasakan keuntungan berlipat dari hasil pola tanam tumpang sari ini,” ungkap Darmawan.
Darmawan mengaku, sistem budidaya tumpang sari tebu dan kacang tanah juga sangat efisien dalam hal pemanfaatan lahan.
Kata dia, masa tanam serta panen Tebu dan Kacang tanah telah diperhitungkan. Bibit kacang tanah akan mulai ditabur sekitar satu pekan setelah tunas Tebu tumbuh. Sementara usia panen kacang tanah sekitar empat bulan, dan hasilnya dapat diperoleh keuntungan bersih Rp. 11.110.000, per hektare.
Darmawan mengaku, keuntungan dari hasil kacang tanah sudah ia dapat di pertengahan musim. Uang itu sudah bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan hidupnya sembari menunggu panen tebu.
Sekitar 12 bulan setelah itu, Dermawan kembali memanen tebu. Hasilnya pun luar biasa, dari 80 ton per hektare hasil panen, ia meraup keuntungan bersih sebanyak Rp. 20.000.000,-.
“Total pendapatan bersih saya dari Kacang dan Tebu sebanyak Rp 31.110.000,” kata Darmawan sumringah.

Keberhasilan Darmawan dan petani lainnya di Desa Pekat, menjadi daya tarik tersendiri bagi petani lainnya di Desa Doropeti. Seperti diungkapkan Lalu Zainudin, ia juga tertarik mengikuti program tumpang sari tebu dan kacang tanah.
Petani asal Lombok yang sudah menetap di Dusun Ngguwumbune ini juga berencana mengikuti pola tersebut.
“Wah, sangat rugi petani kalau tidak manfaatkan program ini,” responnya semangat.
Ia berencana akan menerapkan pola tersebut di atas lahan kacang 0,84 Hektare di atas lahan HGU melalui pola kemitraan.
Kepala Dusun Bukit Bunga Desa Doropti, M. Hatta juga merespon baik program tersebut. Bagi dia, menanam Tebu dan Kacang tanah adalah dua hal yang menguntungkan.
Hatta juga berencana akan bergabung di pola tanam 2 untuk lahan 1,6 Hektare. Ia berharap petani lainnya merespon baik program tersebut, karena manfaatnya bisa dirasakan untuk meraup keuntungan lebih.
“Saya berharap petani lainnya punya pemikiran yang sama dengan saya,” kata M Hatta.
Tumpang sari Tebu dan Kacang Tanah termasuk program yang sukses mencuri perhatian nasional. Terobosan ini pernah mendapat penghargaan Gold Medal pada ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Indonesia (TKMPN) XXIII 2019. Kegiatan bergengsi ini berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah tanggal 19 – 22 November 2019. (*)
