Madridista Dompu dengan seragam baru hijau tosca dan warna.kebesaran putih
Reportase : Adinda Sakral
DOMPU – Laga sarat gengsi antara Madridista Dompu vs Persidom Sr seperti diprediksi bnyak pihak tak hanya memantik animo ratusan penonton ( rekor jumlah penonton untuk sebuah pertandingan uji coba) yang memadati lapangan Simpasai Dompu, tapi benar-benar menyuguhkan aksi sepak bola berkelas dan elegan serta menghibur didalam lapangan.
Ketua PSSI, Ketua KONI, Sekjend KONI,Kabag Humas Pemkab Dompu dan Presiden Madridista Dompu usai.laga.Ketua PSSI Dompu, Pahlawan Indrajaya memberi suport moral untuk anak-anak Madridista Dompu khususx usia dibawah 19 tahun.
Jika Persidom Sr menurunkan hampir semua pahlawan-pahlawan sepakbola Dompu yg masih aktif bermain seperti Dole, Guru Ju, Guru Fu hingga Rondu yg dibantu darah-darah ganas Persidom macam Ganesh, Bryan dan Eli, maka kubu Madrid sebaliknya.
Presiden Iwan Sakral tanpa tedeng aling-aling langsung memasang 7 pemain dibawah usia 19 tahun dibabak pertama dengan menyisakan Rasyid, Ona, Doni dan Buhari untuk usia diatas 21 tahun.
Bocah usia 15 dan 17 tahun sperti Bintang, Ozan, Rizky, Affan, Ade, Sakti, Azis bahkan Bumi masuk lapangan bertempur dengan dengan legenda-legenda hidup Persidom.
Para pemain Madrid dievaluasi usai pertandinganInilah tim pelatih Madridista Dompu, Ridwan, Yarid, Papi Iron dan Doel Lahar
Bukti gengsi tingkat tinggi pertarungan tim beda generasi ini bisa dilihat dari kehadiran langsung Ketua dan Sekretaris KONI, Putra Taufan dan Abdul Yarid. Demikian juga Ketua dan Sekretaris PSSI, Pahlawan Indrajaya dan Abdulah HAR juga Kasat Intel, Abdul Haris dan Kabag Humas Papi Iron. Yang kebetulan ke enam tokoh olahraga Dompu ini adalah Madridista sejati .
Madrid memang tampil minus 7 pemain utamanya yang masuk pemusatan latihan Persidom. Namun anak-anak muda Madrid yg sengaja diinstruksikan berlari dan terus berlari untuk mengatasi skil dan keakhlian para jagoan Persidom yg melegenda. Madrid yang didukung penuh puluhan supoternya termasuk para gadis-gadis cantik dalam barisan Ninas Dompu bermain lugas untuk laga yang memang didedikasikan sebagai penghormatan terhadap para mantan pemain Persidom yang jaya pada masanya itu. Sedangkan pemain-pemain Persidom menggunakan kematangan dan pengalamannya untuk beradptasi dengan baik melayani stamina dan kecepatan anak-anak Madrid.
Catatan khusus lain adalah gol penyama kedudukan menjdi 3-3 dilakukan oleh striker legendaris Dompu, Rondu dari jarak 30 meter. Kehebatan jago tua ini masih terlihat meski usia sudah sepuh.
Ini catatan lain untuk anak-anak Madrid yg bisa langsung belajar dan menyelami kehebatan visi dan semangat bermain para legenda Persidom tersebut.
Bagian terkeren dari hirearki Madridista adalah tampilnya satu persatu sesepuh Madridista Dompu usai pertandingan untuk memberikan morivasi dan semangat langsung pada pemain-pemain Madrid.
Baik Ketua KONI maupun ketua PSSI menaruh harapan beaar pada anak-anak muda belasan tahun milik Madrid yang terus diberi kesempatan bermain di partai partai besar.
Next Minggu depan. madrid akan berduel dgn salah satu tim kuat NTB yakni PS Dena. (adinda sakral)
Sebagaian pemain Madridista Dompu yang punya kekuatan 71 orang pemain sepakbola aktif dan anggota resmi 371 orang