Budayakan membaca dimanapun berada - Jangan lupa baca harian Koran Pagi Dompu, untuk informasi tercepat dan akurat.

Aktif Belajar Dompu Ditangguhkan Dulu

OPINI Oleh Muhammad Memet (Guru SD IT Al Hilmi Dompu)

 

Saya berharap Pemerintah Kabupaten Dompu memperpanjang SE (Surat Edaran) terkait penonaktifkan proses pembelajaran disekolah karena jika dipaksakan akan menemukan masalah baru.

Ada beberapa pertimbangan yang harus kita ketahui:

1. Belum tentu orangtua murid mau menyekolahkan anak2-anaknya dalam kondisi seperti ini, kita ketahui bersama psikologi masyarakat kita dan anak-anak sangat terganggu dengan pandemi seperti ini sehingga jika dipaksakan untuk aktif belajar dengan alternatif yang disediakan oleh pemerintah tersebut anak-anaklah yang merugi.

2. Jika anak-anak disuruh mengikuti protokoler Covid-19 termasuk physical distancing pasti akan menemukan kendala di lapangan. Kita ambil contoh kecil saja ketika pemerintah menghimbau untuk mengikuti physical distancing masyarakat umum (orang dewasa) itu sangat susah sekali apalagi kepada anak-anak.

Alternatif yang ditawarkan oleh pemerintah Kabupaten Dompu, jika sekolah diaktifkan menurut saya sudah bagus tetapi pemerintah juga harus bisa mengklasifikasikan dulu jenis sekolah (sekolah diperkotaan dan pedesaan) tidak serta merta diperlakukan secara merata.

Sekolah perkotaan cenderung mengalami banyak kendala, kita ketahui bersama biasanya siswa berasal dari berbagai desa/kelurahan yg bisa saja desa/kelurahan tersebut ada yg zona merah dan zona hijau, disamping itu biasanya siswa menuju sekolah tersebut melewati tempat ramai, lampu merah dan lain-lain sehingga bisa dikatakan rawan.

Sekolah pedesaan alternatif tersebut sangatlah cocok karena biasanya siswa/i berasal dari wilayah desa/kelurahan tersebut.

Menurut saya dengan kondisi seperti ini sekolah tidak diaktifkan dulu tetapi proses pembelajaranya tetap menggunakan sistem DARING (Dalam Jaringan).

Dalam sistem DARING juga pasti ada kendala, tetapi itu lebih mudah ditangani daripada memaksakan untuk mengaktifkan sekolah.

Dalam sistem DARING biasanya sekolah perkotaan hampir tidak menemukan kendala yang begitu besar, karena fasilitas (android) yang hampir semua dimiliki dan jaringan internet dimasing-masing rumah yg terjangkau.

Di pedesaan, untuk DARING ini memang agak terkendala, karena sebagian besar orang tua pasti tidak memiliki android, serta jaringan internet (baik uang untuk mengisi paket internet maupun jangkauan jaringan internet yang masuk di wilayah tersebut).
Untuk wilayah pedesaan sangat cocok dilakukan home visit (pembelajaran dari rumah kerumah) yang dilakukan oleh guru karena wilayahnya kecil dan mudah dijangkau.

Bagi saya sebagai pendidik, hak pendidikan bagi anak sangatlah utama tetapi hak kesehatan juga harus lebih diprioritaskan.

Dari pertimbangan-pertimbangan diatas saya berharap pemerintah kabupaten Dompu untuk memperpanjang SE (Surat Edaran) terkait pemberlakuan belajar dirumah bagi anak-anak, dengan catatan sekolah harus menjalankan sistem DARING dan home visit (Yang direncanankan dan dievaluasi secara baik) atau sistem pembelajaran lain yang di inovasi dimasing-masing sekolah.

Saya menyampaikan permohonan maaf jika pandangan diatas tidak tepat karena keterbatasan pengetahuan saya.
Jika ada hal-hal belum dijelaskan oleh Pemerintah Kabupaten Dompu (Dinas Terkait) soal alternatif akan diaktifkan pembelajaran, itu murni karena keterbatasan informasi yang saya dapatkan.

Pandangan diatas murni pandangan pribadi saya sebagai pendidik dan buka mewakili lembaga tempat saya bekerja. (*)