Menangani Luka Bakar
oleh Cahya Khaerany
(Anggota Ikatan Dokter Indonesia Cab Dompu)
Atasi luka bakar dengan mengoleskan… Atasi luka bakar dengan mengoleskan pasta gigi, Apakah cara tersebut efektif? Simak Penjelasannya.
Luka bakar dapat terjadi dimana pun dan dapat mengenai siapa pun. Bukan hanya anda tetapi orang – orang disekitar anda. Luka Bakar tak melulu diakibatkan kebakaran besar. Luka jenis ini juga sering terjadi akibat paparan sinar matahari yang terlalu lama (sunburn) juga terjadi di rumah akibat pekerjaan sehari-hari, seperti memasak, menyetrika pakaian, tersiram air panas, dan terkena knalpot kendaraan.
Luka bakar ringan semacam ini sudah lazim dan sangat sering diolesi pasta gigi sebagai pertolongan pertama.Namun apakah cara ini efektif?Ada banyak mitos seputar tentang penanganan luka bakar, pertolongan awal yang dilakukan masyarakat umumnya menggunakan bahan yang nanti nya malah akan membuat kerusakan kulit diarea luka bakar dan sekitarnya dan bahkan berujung ke infeksi yang berat. Selain mengoleskan pasta gigi, luka bakar kerap kali ditaburi dengan kopi, diolesi madu, minyak juga mentega bahkan ada juga yang menempelkan dengan bahan sayuran (dedaunan).
Mengenal Derajat Luka Bakar dan GejalanyaDerajat luka bakar dapat diklasifikasikan menjadi tiga tingkat, yakni tingkat 1, 2, dan 3. Setiap derajat luka bakar dinilai berdasarkan tingkat keparahan dan kerusakan yang terjadi pada kulit. Berikut ini adalah derajat luka bakar berdasarkan tingkat keparahannya:Derajat luka bakar tingkat 1 (superficial burn) / Luka Bakar RinganPada luka bakar tingkat 1, kerusakan hanya terjadi lapisan kulit luar.
Ciri-ciri yang ditimbulkan pada derajat luka bakar tingkat 1 adalah kulit tampak merah, kering, dan terasa sakit. Luka bakar tingkat 1 dapat disebabkan oleh paparan sinar matahari. Luka bakar ini tidak terlalu mengkhawatirkan.
Derajat luka bakar tingkat 2 (superficial partial-thickness burn) / Luka Bakar SedangDerajat luka bakar tingkat 2 terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam. Ketika mengalami luka bakar tingkat 2, kulit tampak merah, lecet, melepuh, bengkak, dan menimbulkan nyeri hebat. Luka bakar tingkat 2 dapat terjadi ketika kulit bersentuhan sebentar dengan benda panas. Luka bakar ini bisa ditangani dengan beberapa metode pengobatan tanpa operasi atau bedah, termasuk mengoleskan salep antibiotik sesuai anjuran dokter.
Derajat luka bakar tingkat 3 (full thickness burn) / Luka Bakar BeratKerusakan jaringan pada derajat luka bakar tingkat 3 mengenai seluruh lapisan kulit luar hingga lapisan kulit paling dalam, atau bisa saja mengenai lapisan dasar kulit yang lebih dalam lagi. Kulit yang mengalami luka bakar tingkat 3 tampak putih, tetapi juga dapat terlihat hangus, kasar, dan mati rasa. Operasi atau bedah menjadi pilihan utama untuk menangani luka bakar ini.Dibandingkan dengan luka bakar tingkat 1 dan 2, derajat luka bakar tingkat 3 lebih berisiko menimbulkan komplikasi, seperti infeksi, kehilangan darah, syok, bahkan menyebabkan kematian. Luka bakar yang parah juga berisiko menyebabkan berkurangnya cairan tubuh (dehidrasi berat).
Penanganan awal yang tepat untuk luka bakarPertolongan pertama pada luka bakar perlu dilakukan dengan tepat, sesuai dengan tingkatan luka bakar yang dialami. Hal ini penting untuk Anda ketahui agar luka bakar tidak berkembang menjadi kondisi yang serius dan semakin sulit ditangani. Umumnya luka bakar yang ringan yang sering sekali terjadi bisa ditangani sendiri dirumah namun harus diperhatikan dengan benar penenangannya karna jika tidak malah akan menimbulkan infeksi untuk luka bakar tersebut.Mengatasi Luka Bakar RinganBasahi luka bakar dengan air mengalir, hal ini dilakukan sesegera mungkin setelah terjadi luka bakar agar mencegah masuknya panas kedalam lapisan kulit.Hindari mengoleskan pasta gigi, madu, mentega, minyak, dedaunan juga menaburi kopi pada luka bakar karna akan menjadi sumber infeksi untuk luka bakarBila luka bakar terasa nyeri, anda dapat mengkonsumsi obat Pereda nyeri seperti paracetamol / ibuprofen.
Penanganan Luka Bakar SedangPenanganan luka bakar sedang di rumah umumnya hampir sama dengan luka bakar ringan.Dinginkan area luka bakar dengan air mengalir, dan boleh dikompres dengan handuk basah selama 15 menit.Bila timbul luka lepuh, hindari memecahkan luka karena berisiko menyebabkan infeksi. Periksakan diri ke dokter jika terdapat luka lepuh yang disertai tanda infeksi berupa bengkak, merah, timbul nanah, dan rasa sakit yang bertambah parah.Selain itu, jika luka bakar cukup luas hingga berdampak ke area tertentu, seperti area kelamin, daerah sekitar leher tindakan pemeriksaan dan langkah penanganan juga perlu dilakukan langsung oleh dokter.
Nantinya dokter akan memberi pengobatan berupa antinyeri dan antibiotik, baik dalam bentuk salep atau obat minum.Pertolongan Pertama pada Luka Bakar BeratPenderita luka bakar berat perlu segera dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) dan mendapatkan penanganan langsung oleh dokter. Luka bakar tingkat 3 (berat) memerlukan perawatan di rumah sakit. Selama di rumah sakit, pasien luka bakar ini juga mendapatkan terapi cairan untuk menggantikan cairan yang hilang saat kulit terbakar, serta suntikan antibiotik untuk mencegah infeksi.
Namun, selama menunggu ambulans atau petugas medis, ada langkah pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan untuk menolong korban, yaitu:Jauhkan korban dari sumber kebakaran atau area yang berdekatan dengan api maupun asap. Pastikan korban dapat bernapas dengan melihat gerakan naik dan turun di bagian dada atau dekatkan telinga ke hidung korban untuk mendengar embusan napasnya.Lepaskan perhiasan, ikat pinggang, atau aksesoris yang digunakan di sekitar area tubuh yang terbakar. Baringkan korban di tempat yang datar dengan kaki terangkat setidaknya setinggi 40 cm.Gunakan selimut atau mantel untuk menutupi tubuh korban.Agar derajat luka bakar yang dialami tidak semakin parah, pastikan Anda tidak mengobati luka bakar dengan obat rumahan, seperti es, pasta gigi, mentega, atau telur.
Hindari pula menempelkan bola kapas ke luka bakar, karena serat kecil kapas bisa menempel pada luka dan meningkatkan risiko infeksi.Hindari memberikan air dingin pada luka bakar yang luas untuk mencegah terjadinya penurunan suhu tubuh yang drastis. Hal ini juga penting dilakukan untuk mencegah menurunnya tekanan darah dan aliran darah secara drastis.Selain memahami pertolongan pertama pada luka bakar, Anda juga perlu memahami beragam cara pencegahan kejadian yang memicu luka bakar agar luka bakar tidak terjadi dan timbul bahaya. Anda disarankan untuk menyimpan tabung pemadam kebakaran di rumah atau dalam kendaraan pribadi Anda. Jika Anda bertempat tinggal di apartemen, pastikan bangunan dilengkapi dengan alarm yang berbunyi jika terjadi kebakaran. Selain itu, jauhkan anak-anak dari berbagai benda yang dapat memicu panas dan api. (iwan sakral)

