Budayakan membaca dimanapun berada - Jangan lupa baca harian Koran Pagi Dompu, untuk informasi tercepat dan akurat.

Transmisi Lokal dan Penularan Covid-19 ke Anak di NTB Meningkat

By. Purnawansyah

 

Mataram – Kasus transmisi lokal Covid-19 dan penularan ke anak-anak di NTB meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Bahkan tenaga medis pun mulai ikut menjadi korban virus mematikan tersebut.

Jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB hingga 26 Mei 2020 mencapai 537 orang, diantaranya 272 orang sudah sembuh, 9 orang meninggal dunia, serta 256 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Pasien usia balita yang terjangkit Covid-19 hingga tanggal 25 Mei 2020 yakni sebanyak 26 kasus. Sementara anak usia 6 hingga 18 tahun yang terjangkit sebanyak 39 kasus.

“Hal ini perlu dicegah bersama oleh warga NTB dengan memperkuat penerapan protokol Covid-19,” ungkap Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, M.M, melalui press release yang diterima koran pagi, Rabu (27/05).

Penegasan itu disampaikan Najam berdasarkan hasil rapat terbatas Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB, di Pendopo Gubernur NTB, Selasa malam, 26 Mei 2020.

Najam menjelaskan, bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) cabang Nusa Tenggara Barat (NTB) telah melaksanakan upaya deteksi kasus pada anak dari seluruh RS di NTB. Hasil deteksi kasus tersebut IDAI mendapatkan data bahwa hingga tanggal 25 Mei 2020, ada 279 anak yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). 15 anak berstatus PDP meninggal dunia, diantaranya 2 anak terkonfirmasi meninggal akibat Covid-19, masing-masing berusia 5 dan 6 bulan.

“Dan yang patut menjadi catatan adalah, terdapat 22 anak yang belum diketahui dari mana klaster penularannya,” sebut Najam.

Najam menambahkan, hal lain yang juga menjadi perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur NTB saat ini adalah kasus Covid-19 yang berstatus transmisi lokal di NTB.

“Jumlahnya semakin banyak. Dan ini menandakan semakin pentingnya kita sama-sama berpartisipasi untuk mencegah penularannya,” tegasnya.

Najam menambahkan, bahwa berdasarkan keterangan pers dari Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, virus mematikan tersebut sudah menyasar para tenaga kesehatan. Tercatat, saat ini sudah 67 kasus tenaga kesehatan yang terinfeksi.

67 tenaga kesehatan tersebut tersebar di enam rumah sakit dan satu puskesmas. Dirincikannya, tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 terdiri dari 8 orang dokter, 54 orang paramedis, 1 orang Tenaga gizi, 3 orang apoteker dan 1 orang dari radiologi.

“Semua tenaga kesehatan yang positif tersebut telah diisolasi dan dirawat,” ujarnya.

Ditambahkannya, para tenaga medis yang terpapar tersebut terdeteksi awal pada awal bulan Mei dan jumlah nakes yang tertular covid-19 terus bertambah sehingga total mencapai 67 kasus.

“Jadi 11 persen atau 67 tenaga kesehatan kita terpapar covid-19 dan semua nakes kita yang positif telah dibebastugaskan, saat ini kondisinya dalam kondisi baik dan isolasi untuk perawatan,” ungkapnya.

Melihat perkembangan terbaru covid-19 itu lanjut Najam, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah telah memaparkan strategi pemutusan mata rantai Covid-19 di NTB, yakni melalui kebijakan proteksi, deteksi dan respon.

“Saat ini Pemprov NTB akan semakin mendorong upaya memaksimalkan tiga kebijakan tersebut. Dan satu hal yang juga akan kita perkuat adalah sinergi dengan kabupaten/kota. Karena tanpa dukungan masyarakat di kabupaten/kota, strategi apapun tidak akan berhasil. Dalam waktu dekat, Gubernur akan segera bersilaturahmi dengan kepala daerah di kabupaten/kota di NTB untuk memperkuat sinergi ini,” tegasnya.

Sementara terkait kebijakan arus manusia dari dan menuju NTB, Gubernur juga tengah menyiapkan sejumlah opsi.

“Ada dua opsi yang sedang disiapkan untuk dapat meminimalisir penularan Covid-19. Yaitu swab test untuk setiap orang yang akan masuk NTB dan menutup akses masuk ke NTB,” ujarnya.

Seiring perkembangan tersebut, Najam mengimbau warga NTB untuk tetap mematuhi protokol Covid-19 dan mematuhi anjuran dari pemerintah.

“Ayo kita semakin kuatkan perilaku hidup sehat, mematuhi protokol Covid-19, dan yang terutama juga, mari kita saling membagikan konten yang baik untuk membangun atmosfir berpikir yang sehat di NTB,” pungkasnya. (Ammar)