Budayakan membaca dimanapun berada - Jangan lupa baca harian Koran Pagi Dompu, untuk informasi tercepat dan akurat.

Pariwisata Dompu Nasipmu Kini

Catatan Iwan Sakral – Dompu

Sudah lama diketahui tentang kemegahan pantai di sepanjang pesisir selatan ( Huu hingga Nanga Doro) pesisir utara (Kilo dan Calabai) juga terselip didalamnya keindahan pantai Ria, Pantai Kesi hingga legenda tentang Sarae Nduha termasuk kemolekan pantai Hodo dan kemegahan seluruh wilayah Satonda dgn lautnya yg sebening kaca.

Itu baru laut…

Siapa yg bisa menolak daya tarik pelataran agung Gunung Tambora? Hamparan Savana dan Sabana sejauh puluhan kilomter serta ekstasi petualangan menuju puncak Tambora adalah sumbu adrenalin idaman untuk semua wisatawan dengan latar belakang sejarah Tambora yg gegap gempita.

Di dalam kota?

Dulu, jauh sebelum ada La Key dan sebagainya, terkenalah sebuah tempat yg menjadi oasis bagi para penguasa kerajaan/pemerintah Dompu. Sebuah tempat yg sejuk dengan perbukitan dan air yg melimpah. Saking indahnya tempat itu dibuatlah sebuah bangunan megah yang dinamai Persanggrahan atau disebut sekarang Persinggahan. Letaknya di Selaparang Desa Matua.

Agak ke barat lagi sekitar 4 kilomter ada jantung pariwisata Dompu tempo doloe. Namanya Madaprama. Disinilah padu padan wisata air, gunung dan sport itu tersaji. Ada gugusan pohon-pohon raksasa aneka jenis, ragam satwa, sumber mata air yg bersih serta kolam renang untuk olahraga.

Seandainya…

Semua yg kita miliki itu ada di Jakarta.. atau di Mataram misalnya.. Bayangkan akan jadi apa tempat-tempat ini? Karena sejujurnya.. Ancol, Batu Layar, Batu, Kute atau lokasi-lokasi wisata manapun di Indonesia ini, sesungguhnya kita tidak kalah.

Panorama alam yg sudah menjadi hadiah Tuhan untuk rakyat Dompu ini sungguh sangat indah dan molek.

Lalu kenapa begitu2 saja? Tidak ada daya tarik, tidak ada daya sihir, tidak jadi destinasi wisata apalagi ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus layaknya Mandalika di Lombok Tengah. Jika anda pernah bermain di sepanjang pesisir pantai Kute kemudian membandingkannya dengan ganasnya dentuman ombak La Key dengan pasir putihnya, Atau ketenangan air laut pantai Kilo dgn panorama pohon-pohon rindang didalam laut atau dipinggirnya. Sesungguhnya pantai-pantai kita tidak pernah kalah.

Lalu apa sebabnya?
Biarlah narasi-narasi cerdas dari pikiran-pikiran sehat orang-orang yang mencintai Dompu bisa menjawabnya dgn jujur…

Karena meski tidak saya sebutkan dalam tulisan.. tapi setidaknya judul tulisan ini bisa menggiring nalar untuk beretorika dengan imajinasi tentang bagaimana seharusx sebuah destinasi wisata. (*)