Budayakan membaca dimanapun berada - Jangan lupa baca harian Koran Pagi Dompu, untuk informasi tercepat dan akurat.

RSUD Dompu Gelar Seminar Kesehatan

Seminar kesehatan dengan topik Penyakit Gangguan Gerak di RSUD Dompu, Kamis 7 Desember 2023      (foto : Gita Rengginas)

DOMPU – Gangguan motorik atau gangguan gerak yang kerap dialami khususnya orang orang yang sudah berumur dibedah oleh dua ahli syaraf yakni dr Putri Maharani spesialis Neurologi dan dr Ariswanda spesialis Syaraf.
Kegiatan dimaksud diadakan RSUD Dompu dengan mengambil tempat di lantai 1 rumah sakit kebanggan warga Dompu.
Gangguan gerak itu dengan mudah bisa dilihat dari beberapa kasus seperti adanya organ tubuh yang bergerak sendiri seperti mata, tangan atau bagian tubuh lainnya. ” Ini adalah penyakit yang menyerang organ tubuh dengan ciri gangguan gerak itu tidak bisa dikendalikan dan pasien dalam keadaan sadar” jelas dr Aris saat pemaparan dihadapan puluhan peserta acara.
Dokter ini menganjurkan jika ada gangguan gerak agar segera diperiksa secepat mungkin ke dokter.” Apalagi di Dompu ini sudah ada dokter syarafnya, jadi bapak dan ibu tidak perlu khawatir,” ungkapnya lagi.
Hal senada disampaikan oleh dr Putri. Dokter spesialis yang putri asli Dompu ini menambahkan bahwa gangguan gerak bukan hanya dialami orang yang sudah tua. Tapi juga anak-anak. “Jadi kalo ada anak yang mengalami gejala gangguan gerak segera bawa ke RSU,” kata Putri.

Kabid Pengembangan RSUD Dompu, Ibu Vina dan panitia pelaksana foto bersama Ketua Serikat Medis Siber Indonesia Kabupaten Dompu, Iwan Sakral SH yang juga hadir dalam kegiatan tersebut

Acara yang dipandu oleh Ns Syafyuni Astuti dan dihadiri oleh Ketua organisasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Dompu, Iwan Sakral SH tersebut berlangsung seru karena ada juga interaktif dengan peserta penyuluhan yang kebetulan berlangsung di koridor poli syaraf dan banyak diikuti pasien penyakit syaraf.
Sejumlah pasien syaraf mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut karena pengetahuan mereka tentang penyakit gangguan gerak jadi bertambah. “Setidaknya kini saya sudah tau apa penyebab dan cara mengobatinya,” ujar Ibu Fara dan Ibu Fitri dua lansia yang beberapa bulan terakhir mengalami gangguan syaraf dan saat ini sedang menjalani theraphy. (*)

Dua dokter spesialis yang ikut memberikan materi yakni dokter Aris dan dokter Putri