Budayakan membaca dimanapun berada - Jangan lupa baca harian Koran Pagi Dompu, untuk informasi tercepat dan akurat.

Stabilitas Real Madrid dibawah Anceloti

Ulasan : Iwan Sakral Presiden Madridista Dompu

DOMPU – Setiap laga Real Madrid, tak perduli jam berapa dan siapa lawannya, tetap saja seisi rumah akan menontonnya. Greget memang sedikit berkurang karena rivalitas dengan Barcelona yang biasanya jdi bumbu sudah tak ada lagi menyusul redupnya pamor Barca belakangan ini.

Tadi subuh saat menyaksikan kemenangan 2-0 Madrid atas Atletico Madrid seperti menyaksikan sebuah film super hero. Pikiran seolah olah sudah ditanamkan keyakinan apapun jalan ceritanya. Pada akhirnya super hero itu (baca Madrid) pasti akan menang. Dan faktanya memang demikian, first time Benzema hasil asist Vini dibabak pertama dan tendangan menyusur tanah dari Asensio di babak kedua juga asist dari Vini seolah menunjukan bahwa meski kalem dan adem ayem. Real Madrid pada akhirnya akan tetap menang.

Man of the match tadi adalah kiper Cortouis dengan 6 save brilian yg melekatkan kapasitasnya sebagai tembok nomor satu dunia dibawah mistar. Tapi saya lebih menyukai cara Anceloti membuat lini tengah Madrid begitu kokoh dan bertenaga serta penuh kreativitas. Saya takjub dgn lenturnya komposisi formasi yg diterapkan Anceloti.

Mari kita lihat bagaimana di line up Madrid menempatkan Modric, Casemiro dan Kroos dilini tengah dalam formasi 4-3-3 dgn Vini dan Asensio di sisi terluar lapangan mengapit capten Banzema di tengah. Namun, saat diserang dgn cepat Formasi berubah menjadi 4-5-1 dengan hanya menyisakan Benzema di garis tengah karena Vini dan Asensio turun melapis ke daerah Carvajal dan Mendy di kiri kanan pertahanan Madrid. Bahkan, Benzema ada 3 kali memenangkan perebutan bola justru jauh di garis belakang pertahanan Madrid. Alaba dan Militao jadi lebih tenang dalam menetralkan setiap ancaman apalagi Casemiro yg sangat kuat melindungi dua bek tengah Madrid ini.

Bagian paling atraktif dan sangat saya sukai adalah saat bola dikuasi Madrid. Transisi dari mode bertahan ke menyerang sangat cepat. Dari 4-5-1 tiba2 berubah drastis menjadi 2-3-5. Ya.. ada 5 penyerang karna Carvajal dan Mendy masuk menyerang hingga jauh ke garis terakhir pertahanan lawan. Vini dan Asensio krap masuk menusuk ke lini tengah dan menciptakan kekacauan di bek bek lawan.

Top skore tetaplah Benzema. TAPI disetiap pertandingan Madrid, Viniciuslah yang selalu diberi standing ovation oleh penonton. Kenapa? Karna memang anak muda Brazil inilah yg paling menghibur dan atraktif sehingga kini menjadi idola baru Los Marengeus.

Aneh sebnarnya melihat pencapaian Madrid yg begitu gemilang karena Madrid praktis hanya mendatangkan Alaba dan Camavinga di jendela transfer dgn kehilangan Ramos serta Varane.
TAPI itulah kelebihan Don Carleto. Pria Italia itu mampu menghadirkan stabilitas dan ketenangan di ruang ganti. Para pemain tidak ada yg membangkang dan semuanya menyerahkan seluruh keputusan taktis pada Anceloti. Pemain pemain Madrid membutuhkan Anceloti yang tenang dan punya wibawa sedangkan Anceloti butuh pemain-pemain penurut untuk menjalankan skenarionya. Dan terbukti symbiosis ini saling melengkapi dan.membuat Madrid kian gahar dan berbahaya.

Salam dari Rasanggaro, Dompu NTB