Budayakan membaca dimanapun berada - Jangan lupa baca harian Koran Pagi Dompu, untuk informasi tercepat dan akurat.

Kisah Faha, Guru Honorer yang Jadi Bintang Mutasi

Catatan : Iwan Sakral – Dompu

Faha sedang.mengajar siswanya di SDN 10 Hu’u

DOMPU – Dimana-mana yang namanya mutasi heboh dan dibicarakan banyak orang itu pasti melibatkan nama orang dan jabatan yang sangat penting serta prestesius. Tapi ini tidak berlaku untuk Faharudin, seorang guru honorer di Kabupaten Dompu.

Keseharian Faha adalah guru di SDN 1 Dompu. Sambil ngajar, Faha nyambi jadi pelatih aerobic dan MC. Dua profesi terakhir itulah yang membuat namanya menjadi sangat terkenal di Dompu sekaligus mengundang petaka. Karena profesi MC dan Aerobicnya Faha lalu menjadi dekat dengan penguasa bahkan konon ikut-ikutan menjadi tim sukses salah satu pasangan calon di Pilkada 2020 silam.

Apes buat Faha, pasangan calon yang dikabarkan dekat dengan dia itu ternyata kalah dalam Pilkada. Entah kebetulan atau tidak, apakah ada hubungannya dengan Pilkada wallahualam bi sawab. Yang pasti Faha kini setelah rezim berganti mendapat SK tugas jauh di pelosok selatan dekat pantai La Key di SDN 10 Hu’u.

Faha saat beraksi sebagai MC

Si Faha pun setiap hari harus bolak balik jarak total lebih kurang 80 kilometer karena ia numpang tinggal ngekost di kampung Pelita Bada setiap harinya. Faha sendiri adalah perantau, karena kampung halaman aslinya adalah di Kempo. Hebatnya ketika tidak sengaja ketemu saya di Hu’u beberapa waktu lalu ia sama sekali tidak mengeluh. ”Dijalani saja abank. Yang penting bisa mengabdi untuk daerah,” ujarnya dengan wajah sumringah.

Faha lalu bercerita bahwa siswa di sekolahnya tidak terlalu banyak karena banyak faktor dan alasan. Tapi meski siswanya minim, proses belajar mengajar tetap aktif dilakukan. Soal kenapa ia dipindah begitu jauh padahal hanya guru honor, Faha menolak untuk berkomentar. ”Saya tidak tahu menahu yang begitu. Taunya mengajar saja,” ujarnya.

Uniknya, bukan hanya saat ini Faha dipindah gara-gara Pilkada. Tahun 2015 silam. Faha waktu itu diduga mendukung pasangan calon lain dalam Pilkada. Apes lagi dialami Faha karena pasangan yang konon didukungnya itu kalah. Dan benar saja, oleh rezim yang berkuasa saat itu. Faha dipindahkan ke belahan Dompu bagian utara tepatnya di pesisir barat daya Tolo Kalo.

Tak heran, gelar Fah sekarang bertambah menjadi bintang mutasi setiap rezim berganti. Selamat bertugas Faha, lembo ade. (*)