Gubernur Kunjungi Banjir Hu’u
DOMPU – Musibah banjir bandang yang melanda setidaknya empat Desa di Kecamatan Hu’u mengundang empati banyak pihak. Setelah kemarin Bupati dan Wakil Bupati Dompu meninjau langsung wilayah yang terdampak banjir. Hari ini giliran Gubernur NTB yang dijadwalkan tiba meninjau langsung banjir.
“Sekitar jam 10 hari ini (Senin, 1 Maret) Pak Gubernur akan tiba di Hu’u meninjau banjir’ jelas Juru Bicara Pemkab Dompu, M Iksan SST MM pagi pagi.
Seperti diketahui banjir yang disebabkan oleh hujan deras yang melanda beberapa wilayah desa di Kecamatan Hu’u tentu saja mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, banjir kali ini datang di saat warga sedang tertidur pulas, pada Minggu, (28/2/2021) sekira pukul 02.00 Wita. Akibatnya, ratusan rumah di tiga desa sekaligus alami kerusakan parah dihantam banjir nahas ini.
Setidaknya ada ratusan rumah di tiga desa, yakni Desa Daha, Desa Rasa Bou dan Desa Marada, Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, dengan kondisi kerusakan cukup parah.
Desa Daha misalnya, setidaknya 36 unit rumah hanyut, sisanya sebanyak 443 rumah alami kerusakan berat, sedang dan ringan. Dilaporkan juga, pagar Masjid Miftahul Jannah roboh dan mengalami kerusakan berat.
Di samping itu, 1 ( Satu) Unit Mobil Pick Up, 15 Unit Sepeda Motor, 6 ekor sapi, 5 ekor kerbau dan puluhan ternak kambing dan lainnya dikabatkan hanyut terbawa arus banjir. Belum lagi lahan seluas 50 hektar tidak luput dari terjangan banjir, akibatnya tanaman terancam gagal panen.
Sementara di Desa Rasabou, meski tidak terlalu parah dibandingkan di Desa Daha, setidaknya ada 5 (Lima) Unit Rumah Rusak Berat. Begitu juga di Desa Marada, juga sebanyak 9 Unit Rumah dilaporkan mengalami Rusak Berat, 2 Unit Hanyut terbawa banjir.Menurut keterangan dari Kepala Desa Daha, Fadli, seperti dikutip dari rilis Polres Dompu,
bahwa banjir tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan Hujan yang terjadi di Wilayah Kecamatan Hu’u mulai dari hari Sabtu Pukul 23.00 Wita sampai dengan hari Minggu pukul 05.00 Wita. Sehingga air Hujan dari beberapa anak Sungai diatas Gunung meluap ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Induk yaitu Sungai Sori Rewa, dimana sungai Sori Rewa tersebut menuju melalui Perkampungan Desa Daha.
“oleh karena debit air yang volumenya melebihi daya tampung Sungai mengakibatkan air tersebut meluap ke Perkampungan yang sangat deras sehingga banyak rumah, fasilitas Umum, Kendaraan, Ternak Hanyut terbawa banjir,” ungkap Fadli.
Hingga saat ini, Tim Gabungan yang terdiri dari unsur Kepolisian, TNI, BPBD dan pihak terkait lainnya masih berbagi koordinasi dengan warga terdampak untuk diambil tindakan penanganan lebih lanjut. (iwan sakral)

