Tim Hukum SUKA Minta Bupati Hentikan Politisasi Isu Covid Terhadap Chika
DOMPU, – Penyataan Bupati Dompu Drs. H Bambang M Yasin di beberapa media pada Selasa(08/09) yang menyayangkan sikap Calon Wakil Bupati Dompu Ika Rizky Veryani (Chika) yang hadir saat pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan menggunakan hasil Swab pertama, mendapat tanggapan dari Tim Hukum pasangan SUKA (Syaifurrahman – Ika Rizky Veryani).
“Kami dari tim hukum pasangan SUKA sangat menyayangkan dan keberatan dengan keterangan pers yang disampaikan Bupati Dompu tersebut,” ujar Kisman Pangeran, melalui rilis yang diterima koran pagi.
Alasanya ungkap Kisman, Bupati Dompu kurang bijak dan cenderung tidak transparan dalam menyampaikan pernyataan dan informasi kepada public. Karena, Bupati masih merujuk pada hasil swab I (pertama) yang dikeluarkan oleh Laboratorium technopark Sumbawa tertanggal 4 September 2020, dengan mengabaikan hasil swab II (kedua) yang dikeluarkan oleh Laboratorium technopark Sumbawa dan Labolatorium RS Unram tertanggal 5 September 2020 yang hasilnya sama-sama dinyatakan Negatif.
“Jika Bupati Dompu masih merujuk pada hasil swab I dalam memberikan pernyataan maka patut diduga, ada dua hal yang sedang dilakukan oleh Bupati,’ ungkap Kisman
Pertama, bahwa Bupati Dompu tidak mendapatkan update informasi dari pihak gugus tugas covid-19 dan instansi teknis terkait bahwa pada tanggal 5 September 2020, pihak Laboratorium Technopark Sumbawa telah melakukan uji swab kedua terhadap sampel Chika dan hasilnya Negatif.
Kedua lanjut Kisman, Bupati Dompu sudah mendapatkan update informasi tentang hasil swab II yang diterbitkan Laboratorium Technopark Sumbawa tertanggal 5 September 2020, akan tetapi saat memberikan pernyataan pers Bupati masih merujuk pada hasil swab I tanggal 4 September 2020.
“Maka patut diduga, bahwa Bupati sedang mempolitisasi dan mengkapitalisasi isu covid-19,” ujar Kisman.
Selain itu, Tim hukum SUKA juga keberatan dengan sikap Bupati Dompu, Tim Gugus Tugas Covid-19, Dinas Kesehagan dan Direktur RSUD Dompu yang dianggap cenderung mengabaikan hasil swab mandiri yang dilakukan oleh Chika di Laboaratorium RS Unram.
“Sebab berbicara soal validitas hasil swab, tidak bisa dipisahkan dengan aspek legalitas dari lembaga yang melakukan uji swab tersebut,” tegasnya.
Menurut Kisman, jika merujuk pada KEPMENKES No.HK.01.07/MENKES/214/2020 & No.HK.01.07/MENKES/216/2020 tentang JEJARING LABORATORIUM PEMERIKSAAN COVID-19 ditetapkan hanya ada 2 (dua) tempat yang ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan COVID-19 yaitu RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium pada Rumah Sakit UNRAM.
Ditambahkannya, bahwa penggunaan Laboratorium technopark Sumbawa untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 (uji swab) adalah secara nyata melanggar ketentuan KEPMENKES tersebut diatas (tidak legal).
“Sehingga menjadi wajar dan beralasan hukum kami menilai bahwa hasil Swab mandiri yang dilakukan oleh Labaoratorium RS Unram lebih valid dan memiliki legalitas hukum dibandingkan dengan uji swab yang dilakukan oleh laboratorium technopark Sumbawa yang secara jelas tidak ditunjuk oleh KEPMENKES tersebut,” ujarnya.
Untuk itu, Tim Hukum SUKA mendesak Bupati Dompu, Tim Gugus Covid-19, Dikes dan RSUD Dompu segera mencabut surat isolasi mandiri yang diberikan terhadap Ika Rizky Veryani dan diminta untuk mempublikasikan kepada masyarakat luas bahwa sebenarnya pihak Laboratorium Technopark Sumbawa pada tanggal 5 September 2020 telah melakukan uji swab II terhadap sampel Chika dengan hasil NEGATIF, sama dengan hasil uji swab mandiri yang telah dilakukan oleh laboratorium RS Unram pada yang juga tertanggal 5 September 2020.
“Kami mendesak Bupati Dompu untuk segera menghentikan sandiwara ini dan segera mencabut surat isolasi mandiri yang diberikan pada Chika” tegas Kisman.
Kisman menambahkan, sejak hari pertama dinyatakan positif Corona, kondisi kesehatan Chika hingga saat ini baik-baik saja dan tidak menunjukan gejala klinis sebagaimana yang seharusnya dialami oleh pasien yang terpapar Covid. Demikian juga terhadap keluarga terdekat dan seluruh tim SUKA yang sempat melakukan kontak secara langsung dengan Chika, saat ini semuanya dalam kondisi sehat.
“Rencana Bupati Dompu untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang memiliki riwayat kontak dengan Chika adalah usaha sia-sia, dan apabila hal itu benar-benar dilakukan maka kami patut menduga bahwa politisasi dan kapitalisasi isu covid-19 dalam Pilkada Dompu sedang terjadi secara massif dan terencana, ” katanya. (Pr)
