Ruang Rapat Utama DPRD Dompu Diobrak Abrik. Kaca dan Sound System Dihancurkan

DOMPU, – Aksi unjuk rasa Aliansi gabungan Insan Cita Institute (ICI) dan Barisan Mone Wadu (BMW), Kamis (11/06) siang berakhir ricuh. Puluhan massa aksi mengamuk dan merusak sejumlah invetaris ruang sidang DPRD Dompu.
Kericuhan itu dipicu atas ketidak hadiran anggota dewan saat unjuk rasa berlangsung. Massa aksi juga menuding 30 anggota DPRD Dompu gagal menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat dalam mengawal sejumlah persoalan yang terjadi di bumi ‘Nggahi Rawi Pahu‘.
Pantauan Koran Pagi menyebutkan, aksi unjuk rasa yang dikawal oleh puluhan personil kepolisian ini, semula berlangsung damai. Bergerak dari perempatan Koramil Kota (Lampu Merah) puluhan massa aksi memulai orasinya di halaman kantor Kejaksaan Negeri Dompu.
Dalam orasinya, mereka mendesak Kejaksaan Negeri Dompu untuk segera menuntaskan kasus dugaan penyimpangan pada bantuan bibit jagung – kedelai (Tumpang sari) tahun 2019 di Dinas Pertanian dan Perkebunan yang sudah dilaporkan.
Usai dari Kejaksaan, massa aksi kemudian melanjutkan orasinya di halaman DPRD. Ada dua tuntutan massa aksi di DPRD, diantaranya, mendesak lembaga legislatif untuk segera mengeluarkan rekomendasi untuk dis
ampaikan ke Kejari Dompu agar menuntaskan kasus tumpang sari, dan rekomendasi untuk disampaikan kepada Bupati Dompu agar mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan yang dianggapnya gagal dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Beberapa saat berorasi, puluhan pengunjuk rasa yang mengetahui ketidak hadiran anggota DPRD, kemudian menerobos masuk ke ruangan sidang yang berada di gedung timur.
Massa aksi melempari beberapa kaca jendela, membanting meja dan kursi serta microfon di ruang sidang. Tidak hanya itu, pengunjuk rasa juga menduduki kursi pimpinan sidang (ketua Dewan).
“Kami menyampaikan mosi tidak percaya kepada anggota DPRD, Dompu,” teriak Bdel Dompu, Direktur Eksekutif ICI, sembari mengetuk palu sidang DPRD. (Tim)
