Budayakan membaca dimanapun berada - Jangan lupa baca harian Koran Pagi Dompu, untuk informasi tercepat dan akurat.

Hasil Test Diragukan? Polisi Siap Berikan Pengamanan

[ditty_news_ticker id=”106″]

DOMPU – Banyaknya  jumlah warga masyarakat  Dompu  yang dinyatakan reaktif setelah mengikuti  rangkaian rapid test di RSU,  Puskesmas  dan beberapa  instansi  pemerintah memang mengundang  tanda  tanya sekaligus  kekhawatiran.

‘’Untuk  yang  reaktif dan di SWAB  kemarin malam di RS Pratama saja ada 134  orang,’’  jelas  PLT Kadikes Dompu, Maman, SKm  pada Koran Pagi hari Senin siang (18/5). Namun  pria yang juga Sekretaris Dikes ini buru-buru mengatakan bahwa seseorang reaktif belum tentu akan positif Corona. Karena satu satunya cara untuk mengetahui orang itu positif Corona adalah dengan SWAB test.

Sebelumnya, soal hasil rapid test ini menjadi polemik menyusul adanya keluhan dari salah seorang warga masyarakat yang awalnya dinyatakan reaktif tapi kemudian setelah test ulang malah non reaktif.   ‘’Saya benar-benar  merasa dirugikan secara psykologis. Kok bisa beda hasil testnya,’’ ungkap H Albuhaerun, warga Kelurahan Monta Baru yang menghubungi  Koran Pagi, tadi malam.

Menurut pria yang   juga Kadis Lingkungan Hidup Dompu ini. Awalnya ia tiga hari lalu melakukan rapid test di Puskesmas Dompu Barat. Lalu hasilnya dinyatakan reaktif. Karena ia reaktif, maka isteri, anak dan menantunya kemudian diharuskan melakukan rapid test yang hasilnya non reaktif. H Albuhaerun karena penasaran, esok harinya kemudian melakuan rapid test di RSU Dompu, dan hasilnya ternyata non reaktif. ‘’Inilah yang menjadi tanda tanya saya, kenapa hasilnya bisa beda. Ini kan jelas sangat merugikan dan meresahkan keluarga saya,’’ tandasnya dengan nada tinggi.

Kepala Puskesmas Dompu Barat, Muzakir SKm menqanggapi hal tersebut pada Koran Pagi, mengatakan. Pihaknya sudah melakukan prosedur sesuatu standar yang ada. Karena pihaknya punya tenaga analisis yang berkompeten sesuai  dengan Protap yang ada. ‘’Benar hasilnya memang reaktif ketika diperiksa oleh kami,’’ ujar Muzakir.

Kenapa bisa berbeda dengan hasil  RSU?  Muzakir berkata kemungkinan besar hasil itu berkaitan erat dengan kondisi tubuh seseorang saat ditest. Jika sedang tidak fit, bisa saja hasil test menunjukan reaktif. ‘’Kebetulan saat di test, beliau (H ALbuhaerun,Red) dalam keadaan tidak fit karena sedang mengeluh sakit mencret,’’ ungkap Muzakir. Menurut dia, hal itu juga sudah dijelaskannya pada yang bersangkutan.

Ditempat terpisah, Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid  19 Kabupaten Dompu, Jufri ST mengatakan yang melakukan rapid test adalah para petugas dari Puskesmas  maupun RSU yang sudah ditunjuk untuk melakukan pengambilan sampel darah. ‘’Tapi intinya semua sampel darah itu akan tetap dibawa ke laboratorium untuk di uji,’’ jelasnya.

Sedangkan Direktur RSU Dompu, dr Alif yang juga dihubungi sebagai pembanding menjelaskan, prinsipnya prosedur Rapid test sudah ada SOP nya. ‘’Standarnya di RSU sudah sangat jelas. Saya pikir Puskesmas juga sama,’’ ujar Alif.

Albuhaerun sendiri  menyatakan keberatan karena hasil rapid test di Puskesmas dan RSU itu menurut dia sama persis, garis dan angkanya pada hasil test. ‘’Tapi kok hasilnya beda. Di Puskesmas saya dinyatakan reaktif, sedangkan di RSU saya ini non reaktif. Ini kan aneh, karena jelas-jelas hasil test itu sama,’’ ujarnya sambil menunjukan hasil rapid test di Puskesmas dan di RSU Dompu.

Ditempat lain, Kapolres Dompu melalui Paur Subbag Humas, Hujaifah mengatakan pihaknya siap memberikan pengamanan dan pengawalan pada proses dan aktivitas test Rapid maupun SWAB termasuk dalam hal pemberangkatan warga masyarakat yang akan melakukan SWAB di RS Pratama Manggelewa. ‘’Kemarin malam kami (kepolisian, Red) ikut membantu melakukan pengawalan terhadap 50 orang dari Puskesmas Dompu Barat menuju RS Manggelewa untuk SWAB Test,’’ jelas pria berkumis yang biasa disapa Aby Juve ini. (iwan sakral)